NEWS | INFO

Kalau Website Kamu Bisa Ngomong 6 Hal Ini Mungkin Akan Dia Keluhkan

Posted on 13 October 2026 | 0 Komentar | Dilihat 8 Kali | 0 Share
Kalau Website Kamu Bisa Ngomong 6 Hal Ini Mungkin Akan Dia Keluhkan

Bayangkan kalau website bisnis kamu tiba-tiba bisa ngomong. Mungkin kalimat pertamanya bukan, “Terima kasih sudah membuat saya terlihat profesional.” Bisa jadi justru, “Kapan terakhir kali kamu update saya?” Atau, “Kenapa saya masih loading selama ini?” Atau bahkan, “Ada yang datang ke sini nggak, sih?”

Kedengarannya lucu. Tapi sebenarnya, banyak website bisnis memang mengalami masalah yang kurang lebih sama. Website sudah dibuat beberapa tahun lalu, desainnya masih menggunakan foto lama, informasinya tidak pernah diperbarui, loading terasa berat, tidak ada traffic dari Google, tombol WhatsApp sulit ditemukan, dan ketika dibuka dari HP, tampilannya berantakan.

Yang lebih menarik, owner sering kali baru menyadari masalah tersebut ketika website sudah benar-benar menghambat aktivitas marketing. Padahal, website adalah salah satu aset digital yang seharusnya membantu bisnis. Jadi, kalau website kamu bisa bicara, mungkin enam keluhan ini yang akan dia sampaikan.

1. “Aku Sudah Lama Banget Nggak Di-update”

Website bisnis bukan dokumen yang dibuat sekali lalu selesai selamanya. Bisnis berkembang, layanan berubah, harga berubah, portfolio bertambah, kontak bisa berubah, dan target market juga dapat berubah. Namun, tidak sedikit website yang masih menampilkan informasi dari beberapa tahun lalu.

Misalnya, website menampilkan informasi, “Hubungi kami di nomor ini.” Ternyata nomor tersebut sudah tidak digunakan. Atau, website menyebutkan, “Kami menyediakan layanan A, B, dan C.” Padahal, sekarang bisnis sudah memiliki layanan D dan E.

Customer yang menemukan informasi lama bisa mendapatkan gambaran yang tidak sesuai dengan kondisi bisnis sebenarnya. Masalahnya bukan hanya soal konten. Website yang tidak pernah di-update juga dapat membuat bisnis terlihat kurang aktif.

Karena itu, content website perlu diperiksa secara berkala. Beberapa hal yang dapat diperbarui antara lain informasi layanan, harga atau starting price, portfolio, foto, testimonial, kontak, FAQ, dan informasi perusahaan.

Tidak semua perubahan membutuhkan redesign total. Kadang, website hanya membutuhkan update konten yang konsisten. Namun, jika struktur website sudah terlalu lama dan tidak lagi sesuai dengan kebutuhan bisnis, redesign website dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.

2. “Tolong Jangan Bikin Customer Nunggu Lama”

Website lambat adalah salah satu masalah yang paling mudah dirasakan visitor. Mereka mengeklik link, halaman mulai terbuka, menunggu, menunggu lagi, kemudian akhirnya halaman muncul. Masalahnya, customer tidak selalu mau menunggu, terutama ketika mereka mengakses website melalui smartphone dengan koneksi yang tidak selalu stabil.

Loading website dapat dipengaruhi banyak hal, misalnya ukuran gambar terlalu besar, terlalu banyak script, struktur halaman kurang optimal, hosting, plugin atau komponen yang digunakan, serta integrasi pihak ketiga.

Karena itu, website cepat bukan hanya masalah desain. Website perlu diperiksa dari sisi teknis dan struktur.

Jika bisnis sedang menjalankan Google Ads, masalah ini menjadi semakin penting. Kamu membayar untuk mendatangkan traffic. Customer sudah tertarik dan mengeklik iklan. Namun, ketika landing page lambat dibuka, pengalaman mereka sudah terganggu sebelum sempat membaca offer.

Itulah mengapa jasa optimasi website perlu melihat performa website secara keseluruhan, bukan hanya mengganti gambar atau memperkecil beberapa file.

3. “Aku Punya Website, Tapi Kenapa Nggak Ada yang Datang?”

Ini mungkin keluhan paling menyedihkan dari sebuah website: “Aku online, tapi sepi.”

Website memang sudah tersedia, tetapi tidak ada traffic yang berarti, tidak ada visitor, tidak ada inquiry, dan tidak ada customer baru.

Di sini, owner perlu memahami satu hal: website online tidak otomatis berarti website ditemukan. Website membutuhkan sumber traffic yang dapat berasal dari Google Search, Google Ads, social media, referral, direct traffic, content marketing, dan SEO.

Jika bisnis ingin mendapatkan traffic organik dari Google, website perlu memiliki fondasi SEO yang baik. Konten juga perlu dibuat berdasarkan topik dan keyword yang relevan dengan kebutuhan audience.

Misalnya, bisnis menyediakan jasa website. Maka, halaman dan konten dapat membahas topik yang memang dicari oleh calon customer, seperti website bisnis, jasa pembuatan website, website perusahaan, atau kebutuhan terkait lainnya.

Namun, SEO bukan proses instan. Website perlu dibangun, dioptimasi, dan dikembangkan secara konsisten. Jika bisnis membutuhkan traffic lebih cepat, Google Ads dapat menjadi salah satu channel yang dipertimbangkan.

Jadi, sebelum mengatakan, “Website saya tidak bekerja,” periksa dulu: Apakah website memang mendapatkan traffic? Karena tidak mungkin mengharapkan conversion dari visitor yang tidak pernah datang.

4. “Aku Punya Tombol, Tapi Customer Nggak Tahu Harus Klik Apa”

Website bisa memiliki informasi lengkap tetapi tetap gagal menghasilkan inquiry. Salah satu penyebabnya adalah CTA yang tidak jelas.

Customer sudah membaca layanan, melihat portfolio, membaca testimonial, dan merasa cukup yakin. Lalu, mereka berpikir, “Oke, sekarang saya harus melakukan apa?” Kalau jawabannya tidak jelas, customer bisa pergi begitu saja.

CTA atau Call to Action membantu memberikan arah. Contohnya, Chat on WhatsApp, Request a Quote, Book Now, Get a Consultation, dan Contact Our Team.

CTA sebaiknya ditempatkan pada bagian yang relevan. Misalnya, setelah penjelasan layanan, customer dapat langsung menemukan tombol untuk berkonsultasi. Setelah melihat portfolio, mereka dapat diarahkan untuk mendiskusikan project. Pada mobile, tombol WhatsApp juga sebaiknya mudah ditemukan.

Website tidak perlu memaksa customer membeli. Website hanya perlu membantu mereka mengambil langkah berikutnya.

5. “Kenapa Foto Aku Masih yang Itu Lagi?”

Foto lama mungkin terasa seperti masalah kecil. Namun, visual sangat memengaruhi bagaimana customer melihat sebuah bisnis.

Bayangkan bisnis sudah berkembang selama tiga tahun, memiliki banyak project baru, sudah melakukan renovasi, dan memiliki produk baru. Namun, website masih menggunakan foto dari tiga tahun lalu. Customer akhirnya mendapatkan representasi bisnis yang tidak lagi sesuai.

Hal ini terutama penting bagi bisnis yang menjual pengalaman atau produk visual, seperti hotel, villa, restaurant, travel, activity, property, event venue, dan creative business.

Foto terbaru dapat membantu customer memahami kondisi bisnis saat ini. Bukan berarti setiap minggu harus mengganti semua gambar, tetapi portfolio dan visual utama sebaiknya diperbarui ketika memang ada perubahan signifikan. Website yang menggunakan konten aktual akan terasa lebih relevan.

6. “Aku Capek Kalau Dibuka dari HP”

Ini adalah keluhan yang sangat penting. Website mungkin terlihat sempurna di laptop, tetapi ketika dibuka melalui smartphone, teks terlalu kecil, tombol terlalu dekat, menu sulit dibuka, gambar terpotong, section terlalu lebar, dan visitor harus melakukan zoom.

Jika seperti ini, website memiliki masalah mobile experience.

Saat ini, website bisnis perlu dirancang dengan mempertimbangkan pengguna mobile. Customer bisa saja menemukan bisnis melalui Instagram, Facebook, Google, WhatsApp, atau Ads, dan sebagian besar perjalanan mereka terjadi melalui smartphone.

Karena itu, mobile friendly bukan lagi sekadar fitur tambahan. Ini merupakan bagian dari pengalaman customer. Website harus tetap mudah digunakan ketika dibuka pada berbagai ukuran layar.

Jadi, Kalau Website Kamu Bisa Ngomong, Apa yang Akan Dia Keluhkan?

Coba bayangkan website kamu sedang melakukan audit terhadap dirinya sendiri. Apakah dia akan mengatakan, “Aku selalu di-update,” “Aku cepat dibuka,” “Aku mendapatkan traffic,” “Customer tahu harus klik apa,” “Foto dan informasi saya masih relevan,” dan “Saya nyaman digunakan dari HP”?

Kalau jawabannya belum semuanya “ya”, bukan berarti website kamu harus langsung dibuang dan dibuat ulang. Justru di sinilah pentingnya audit website.

Audit membantu mengetahui masalah sebenarnya. Apakah masalah ada pada desain, konten, kecepatan, SEO, CTA, mobile experience, atau justru traffic?

Jangan melakukan redesign hanya karena website terlihat lama jika masalah sebenarnya ada pada traffic. Sebaliknya, jangan hanya menjalankan Ads ketika landing page masih memiliki masalah mendasar. Cari tahu masalahnya terlebih dahulu, baru tentukan solusinya.

Audit Dulu, Baru Tentukan Perlu Optimasi atau Redesign

Salah satu pendekatan yang lebih masuk akal adalah memulai dengan pemeriksaan. Lihat kondisi website saat ini, kemudian kelompokkan masalah berdasarkan prioritas.

Masalah Konten: Informasi sudah lama, layanan belum diperbarui, atau portfolio tidak relevan. Solusinya bisa berupa content update.

Masalah Performa: Website lambat atau terlalu berat. Solusinya dapat berupa optimasi teknis.

Masalah Conversion: CTA tidak jelas atau customer tidak tahu langkah berikutnya. Solusinya dapat berupa perbaikan struktur dan customer flow.

Masalah Traffic: Website sudah bagus tetapi hampir tidak mendapatkan visitor. Solusinya dapat mengarah ke SEO, content marketing, atau advertising.

Masalah Struktur: Website sudah terlalu lama dan tidak lagi mampu mendukung kebutuhan bisnis. Dalam kondisi tertentu, redesign website dapat menjadi pilihan.

Dengan pendekatan ini, bisnis tidak mengeluarkan biaya hanya karena merasa website sudah kelihatan tua. Keputusan dibuat berdasarkan masalah yang benar-benar ditemukan.

Jasa Web Creator Membantu Mengecek, Mengoptimasi, dan Mengembangkan Website Bisnis

Jasa Web Creator membantu bisnis melihat website bukan hanya dari sisi tampilan, tetapi juga dari sisi fungsi dan kebutuhan marketing.

Sebagai partner digital bisnis, Jasa Web Creator dapat membantu bisnis yang memiliki website lama, website yang performanya kurang optimal, atau website yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan bisnis.

Kebutuhan dapat dimulai dari audit dan evaluasi. Kemudian, solusi disesuaikan dengan masalah yang ditemukan. Jika masalahnya hanya pada konten, tidak selalu membutuhkan redesign. Jika masalahnya pada performa, optimasi dapat menjadi prioritas. Jika website sudah tidak relevan secara struktur dan pengalaman pengguna, redesign dapat dipertimbangkan. Jika website tidak memiliki traffic, strategi SEO atau digital advertising dapat menjadi bagian dari solusi.

Jasa Web Creator menyediakan berbagai layanan yang saling mendukung, seperti website development, redesign website, jasa optimasi website, website maintenance, SEO, Google Ads, Meta Ads, landing page, social media management, content production, analytics setup, software development, dan maintenance.

Maintenance juga menjadi bagian penting setelah website selesai dibuat. Website membutuhkan update, informasi perlu diperiksa, konten perlu dikembangkan, masalah teknis perlu ditangani, dan ketika kebutuhan bisnis berubah, website perlu ikut berkembang.

Jasa Web Creator tidak melihat website sebagai project yang selesai ketika website sudah online. Website adalah aset digital yang akan terus digunakan bisnis.

Karena itu, yang perlu dipikirkan bukan hanya, “Bagaimana membuat website terlihat bagus?” tetapi juga, “Bagaimana memastikan website tetap bekerja untuk bisnis?”

Kalau website kamu bisa ngomong hari ini, mungkin dia tidak akan meminta desain baru. Mungkin dia hanya ingin mengatakan, “Tolong cek saya dulu. Mungkin ada beberapa hal yang sudah waktunya diperbaiki.”

Dan itu bisa menjadi langkah awal yang lebih masuk akal sebelum memutuskan apakah website kamu membutuhkan optimasi, maintenance, atau redesign.

Konsultasikan kebutuhan website bisnis kamu melalui jasawebcreator.com.

Grow your business. Grow with JWC.

Buat Website anda sekarang juga!

Tentang Kami